Saya membuat Blog ini dengan tujuan untuk meletakkan hasil karya saya ke pada publik agar bisa bermanfaat bagi yang membacanya

Rabu, 01 Mei 2013

Galau… (part 1)

Galau… (part 1)

“Semua pasti pernah merasakan galau, seperti layaknya gue, gue gak percaya kalau ada orang yang gak pernah rasaain galau, coba sebutkan? Presiden aja sering galau gara-gara urusan politik, iya gak? Jadi gak usah bingung kalau galau, emang gitu manusia yang normal itu” cowok berparas ganteng tersebut menitup buku harian yang tadi di tulisnya. Di rebahkannnya badannya di kasur.
“sialan hidup gue mah isinya Cuma galau… galau.. dan galau ampe bosen gue” katanya lagi.
“Difaa, difa.. hari gini jomblo gak lah…” katanya lalu benagkitdari temoat tidur.
“oke gue tau, jalan satu-satunya gue harus cari pacar, biar gue gak di bilang cowok homo, masa ganteng kaya gini jomblo sih?” katanya lagi dan lalu berbaring di tempat tidurnya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>GALAU<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Difa Ryansyah, cowok terkenal ganteng di sekolahannya tersebut sudah 3 tahun menjomblo akibat sakit hati yang pernah di rasakannya waktu SMP dengan matan-mantannya.
Saking lamanya dia menjomblo sampai-sampai lupa cara berpacaran, dasar memang Difa yang aneh. Sampai usianya yang menginjak usia 17 tahun ini tak ada satupun cewek yang mendekatinya. Padahal di lihat dari segi materi Difa memang orang yang berpunya malah sangat, di lihat dari segi fisik, dia gagah, ganteng. Tapi yang membuat temen ceweknya merasa minder di dekatnya adalah karena Difa sering bermain dengan sahabatnya yaitu Bagas Rahman Dwi Saputra yang sama-sama menjomblo.
“Heloo Mbloo…” panggil seorang sahabat Difa saat melihat Difa duduk di depan kelasnya.
“enak aja, Mbloo Mbloo, emanganya loe gak jomblo apa gas?” tanya Difa yang emosi dengan sahabat baiknya tersebut yang di panggil ‘Gas’
“Gue mah gak jumbo, gue mah pacaran” elak cowok tersebut.
“what seorang bagas udah punya pacar?” kaget Difa
“kapan loe pacaran? Gue gak loe kasih tau gas?” tanya Difa lagi
“Iya, gue mah pacarn tapi dua tahun lalu gue udah putus” kata Bagas sahabat Difa sontak membuat Difa menonyor kepala Bagas.
“Kambing loe gas..” kata Difa lalu berdiri, dan berjalan menuju kantin sekolah.
“haha, sorry Dif” kata Bagas lalu berjalan barengan dengan Difa.
“Eh gas, gue ini gak jelek ya?” tanya Difa kepada bagas sontak membuat bagas tertawa dan membuat sekelilingnya menoleh kearahnya dengan pandangan yang aneh.
“jangan keras-keras napa sih kalau ketawa” kata Difa ngembek.
“iya Dif, sorry kelepasan loe sih kalau ngomong aneh-aneh aja tau, loe tanya kaya gitu jelas aja, loe sering jalan sama gue, orang gue aja ganteng jadinya kalau pengen cari pacar jangan jalan sama gue jalan tuh sama si pak bon biar loe terlihat ganteng, hahaha” Jelas bagas meninggalkan Difa yang kelihatannya sudah marah besar dengan sahabatnya tersebut.
“BAGAAAAAAAAAAAAAAAAAASSSS” teraik Difa mengejar Bagas

>>>>>>>>>>>>>>>>>>GALAU<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

“Oke deh Fine, tiap malam kaya gini terus, pacar gak punya, punya sobat satu aja gilanya gak ketulungan, hadeeeh” kata Difa lalu duduk di kursi yang ada di samping cendelanya di lihatnya bintang-bintang yang ada di atas sana.
“Malam minggu Galau” katanya lagi
“orang kaya gue mah cocoknya pacaran sama laptop aja deh, mending buka twitter atau kah Facebook liat orang yang cantik-cantik” kata Difa lalu membuka laptop kesayangnnya
“Kambiiinnnnnng, ini status Nyindir gue banget, semua orang pada buat status malming di mana ya?, malming sama pacar enak kali ya,dan yang ini Malming enaknya ke bioskop aja ya” kata Difa yang mara-mara sambil membaca status dari akun Facebooknya. Dan tak ingin kalah Difa pun buat status juga.
“Malming sama pacar mah udah biasa, kalau gue mah malming sama Twitter n Facebook aja udah bahagia” itu isi status dari akun facebook milik Difa dan tak lama kemudian Ada yang mengomentari.
“Dasar JOMBLO” kata Difa sambil membaca komentar yang mengomtari statusnya tersebut.
“Bangkek loe , dasar BAGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAS” kata Difa teriak teriak sendiri gak jelas.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>GALAU<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Hari-hari Difa seperti biasa di dasari atas rasa galau yang ada di benaknya, tiap hari harus melihat teman-teman sekelasnya berpacarn dengan pacarnya.
“Cuma gue dan bagas yang masih belom laku, gue bingung deh semua cewek matanya katarak semua kali ya, Gue dan Bagas emangnya kurang dari mana sih? Ganteng, gue banget, kaya gue banget kenpa gak ada satupun yang kecantol gue sih?” gumam Difa llau beranjak keluar kelasnya, Ilfil dengan pemandangan yang ada di kelasnya.
Saat perjalanan menuju tempat tongkrongan orang jomblo yang tak lain yaitu kantin, Difa dikagetkan dengan seorang cewek cantik yang ada di hadapannya.
“Cantik ya..” gumam Difa dalam hati ketika melihat adek kelasnya bejalan dan menebarkan senyuman ke arahnya.
Di lihatnya cewek tersebut melihat e arahnya dan menebarkan senyuman pula.
“Dekk, sini deh” panggil bagas secara tiba-tiba yang sedari tadi melihat Difa dan sepertinya bisa membaca pikirannya Difa.
“Haaa?” kata Difa
“jangan kaget gitu deh, tadi gue keluar dari toilet liat loe kaya liatin cewek itu” kata bagas seenaknya lalu meninggalkan Difa yang masih bengong. Dilihatnya bagas sedang asik membicarakan sesuatu dengan cewek yang tadi di panggilnya.
“Sini deh dif” panggil bagas lalu Difa pun hanya berjalan lesu kea rah bagas dan cewek tersebut.
“Ini ni dek yang mau kenalan sama loe” kata bagas lalu meninggalkna Difa yang sedang kebingungan dengan cewek yang di sapanya cantik tersebut.
“Bangek loe gas” gumam Difa dalam hati lalu tersenyum sinis kea rah bagas. Di lihatnya bagas sudah menjauh dari tempat itu, dan di sana hanya ada dirinya dan cewek tersebut.
“Haloo gue Difa, nama loe siapa?”
“gue Angel kak”
“kelas berapa loe dek?”
“gue kelas X-10 kak, kalau kakak pasti kelas XI – IPS 1 kan? ”
“loh kok tau dek?” tanya Difa lalu mengerutkan keningnya
“iyalah kak, siapa juga yang gak tau kak Difa sama kak Bagas, cowok yang betah banget sama JOMBLO” jawab angel dan di kasih penekanan pada kata-kata Jomblo.
“Kambing..” kata Difa dalam hati dan hanya tersenyum di paksakan yang membuat Angel tersenuym penuh kemenangan.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>GALAU<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Semakin hari, hubungan Difa dengan angel pun sangat dekat, beberapa tempat sudah mereka lalui bersama, terlihat wajah Agel yang sanat bahagia bila dekat dengan Difa.
Difa sekarang tak seperti dulu cowok yang sukanya galau, sekarang mulai ceria, ponselnya yang sudah 3 tahun ini hanya ada pesan dari operator, melainkan sekarang sudah di isi dengan sms dari Angel.
“Angel entar malam jalan yuk” ajak Difa pada Angel
“nanti malam kak?”
“iya ngel…”
“Ecieee… yang udah punya pacara, uups maksudnya calon pacar” kata Bagas tiba-tiba datang.
“bangkek loe gas, pergi sana sama cindai, loe juga lagi deket kan sama cindai?”
“idih gak ya, gue mah lagi deket sama Gloria” kata bagas lalu pergi dari sana, angel hanya tertawa tertahan melihat tingkah laku Difa dan Bagas.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>GALAU<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

“Angel, gimana tempatnya? Indah gag?” tanya Difa saat berada di salah satu taman yan ada adanau yang luas banget.
“suka banget kak?”
“gitu ya ngel”
“iya kak, gue suka banget kak, kakak kok bisa nemuin tempat kaya gini”
“iya dulu gue sama bagas yang sebutin ini dulu danau galau, soalnya yang kesini Cuma orang-orang yang lagi sedih nangis, dan lain-lain” jelas Difa yang membuat Angel ketawa ceikikan.
“ngel..”
“hem iya kak”
“loe sayang gue gak?”
“hah, maksud loe kak?”
“iya loe sayang gue apa gak? Soalnya gue itu cinta mati sama loe Ngel, sejak pertama gue pertama ketemu loe ngel, loe mau kan jadi pacar gue?”
“hemm gak kak, gue gak mau,,,”
“hah…? Ya sudah lah”
“iya kak gue gak mau nolak loe, gue paling bodoh kak yang gag mau nerima loe” Difa lalu sontak memeluk angel, dia sangat bahagia seklai.
Hari itu adalah hari yang menjadi hari yang bersejarah bagi dia dan angel.

hayooo lanjutannya gimana?
siapa yang pengen ngerti...?